Sunday, 19 October 2025

Cara Setting Mikrotik Load Balance & Failover Otomatis

Panduan Lengkap Setting Load Balance Mikrotik

Panduan Lengkap: Cara Setting Load Balance di Mikrotik

Load Balance pada Mikrotik adalah teknik untuk membagi beban koneksi internet dari beberapa ISP agar koneksi menjadi lebih stabil, cepat, dan efisien. Metode ini cocok digunakan pada jaringan kantor, warnet, sekolah, atau rumah yang menggunakan lebih dari satu koneksi internet (misalnya Indihome + Biznet).

Apa Itu Load Balance Mikrotik?

Load Balance berarti membagi trafik internet agar berjalan di beberapa jalur (ISP) secara seimbang. Tujuannya antara lain:

  • Mengoptimalkan total bandwidth.
  • Meningkatkan kecepatan akses.
  • Menjaga koneksi tetap aktif jika salah satu ISP mati (failover).

Mikrotik mendukung beberapa metode load balancing:

  • PCC (Per Connection Classifier) – metode paling populer dan stabil.
  • ECMP (Equal Cost Multi Path) – pembagian rute otomatis.
  • Nth – membagi koneksi berdasar jumlah sesi.
  • Recursive Routing – untuk failover dinamis.

Pada panduan ini kita membahas metode PCC + Failover Otomatis agar jaringan lebih tangguh dan tidak putus saat salah satu ISP down.

⚙️ Catatan: Bisa berjalan kalau menggunakan IP Publik Dinamis, tetapi tidak bisa berjalan jika menggunakan IP Privat.

🔹 Topologi Jaringan

  • Gateway ISP1: 192.168.1.1
  • Gateway ISP2: 192.168.2.1
  • Jaringan LAN: 192.168.10.0/24

Langkah-langkah Setting Load Balance Mikrotik

1. Konfigurasi Interface

/ip address
add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 comment="ISP1"
add address=192.168.2.2/24 interface=ether2 comment="ISP2"
add address=192.168.10.1/24 interface=ether3 comment="LAN"

2. Buat Mangle untuk PCC

/ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=no-mark dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=ISP1_conn passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=no-mark dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=ISP2_conn passthrough=yes
add chain=prerouting connection-mark=ISP1_conn in-interface=ether3 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP1 passthrough=yes
add chain=prerouting connection-mark=ISP2_conn in-interface=ether3 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP2 passthrough=yes

3. Tambahkan Routing

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-mark=to_ISP1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-mark=to_ISP2 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1,192.168.2.1

4. Tambahkan NAT

/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade

5. Uji Koneksi

Lakukan pengujian ping dari beberapa klien dan lihat apakah koneksi terbagi di kedua ISP. Jika salah satu link mati, koneksi otomatis akan berpindah ke ISP lainnya (failover).

Tips & Saran

  • Gunakan check-gateway=ping agar failover bekerja otomatis.
  • Simpan konfigurasi setelah berhasil (gunakan /system backup save).
  • Gunakan DNS publik seperti 8.8.8.8 dan 1.1.1.1 untuk kestabilan.

📞 Kontak: 087730673238
📧 Email: priyosubagyo100@gmail.com

No comments:

Post a Comment