Monday, 20 October 2025

Cara Setting PABX Panasonic TES824

Panduan Setting PABX Panasonic TES824 (HT Series TES-24)

1. Persiapan Awal

  • Pastikan unit PABX dimatikan sebelum pemasangan kabel.
  • Gunakan kabel PT (2-pair) dan SLT (1-pair).
  • Siapkan komputer dengan software konfigurasi TES824.

2. Instalasi Perangkat

  1. Tempatkan unit di lokasi yang aman dan berventilasi baik.
  2. Hubungkan line CO dan ekstensi ke port yang sesuai.
  3. Hidupkan unit setelah semua koneksi terpasang.

3. Setting Dasar

  • Atur tanggal, waktu, dan country code pada sistem.
  • Ganti password sistem default untuk keamanan.
  • Gunakan kode akses 9 untuk panggilan keluar.

4. Konfigurasi CO & Ekstensi

CO Lines: 1–4 → Jalur provider
Ext: 101–108 → Kantor Utama
     201–208 → Kantor Cabang
Akses keluar: tekan 9 + nomor tujuan

5. Pengujian Sistem

  • Lakukan panggilan antar ekstensi.
  • Uji panggilan keluar dan masuk.
  • Pastikan fungsi transfer dan hold bekerja dengan baik.

Sunday, 19 October 2025

Kupas Tuntas LAN, WAN, Switch Management, Router, dan Bridge

Perbedaan LAN, WAN, Switch Management, Router, dan Bridge

Perbedaan antara LAN, WAN, Switch Management, Router, dan Bridge

Dalam dunia jaringan komputer, ada beberapa istilah penting yang sering digunakan untuk mengatur dan menghubungkan perangkat. Berikut penjelasan singkat masing-masing:

Perangkat/Jaringan Fungsi Layer OSI Contoh Penggunaan
LAN (Local Area Network) Menghubungkan perangkat di area terbatas, seperti kantor, rumah, atau sekolah. Layer 1-2 Jaringan lokal antar komputer di satu kantor
WAN (Wide Area Network) Menghubungkan beberapa LAN yang berada di lokasi berbeda. Layer 3 VPN antar kantor cabang dan kantor pusat
Switch Management Mengelola lalu lintas data dalam LAN, termasuk VLAN dan kontrol bandwidth. Layer 2-3 Switch managed untuk membagi jaringan berdasarkan departemen
Router Menghubungkan jaringan berbeda dan menentukan jalur data terbaik. Layer 3 Menghubungkan LAN ke internet atau antar LAN
Bridge Menghubungkan dua segmen jaringan LAN agar dapat berkomunikasi. Layer 2 Menyambungkan dua LAN kecil menjadi satu jaringan

Kesimpulan

Secara singkat:

  • LAN = jaringan lokal terbatas.
  • WAN = menghubungkan LAN di lokasi berbeda.
  • Switch Management = mengatur aliran data dalam LAN.
  • Router = menghubungkan jaringan berbeda.
  • Bridge = menyatukan dua LAN agar bisa berkomunikasi.

Cara Setting Mikrotik Load Balance & Failover Otomatis

Panduan Lengkap Setting Load Balance Mikrotik

Panduan Lengkap: Cara Setting Load Balance di Mikrotik

Load Balance pada Mikrotik adalah teknik untuk membagi beban koneksi internet dari beberapa ISP agar koneksi menjadi lebih stabil, cepat, dan efisien. Metode ini cocok digunakan pada jaringan kantor, warnet, sekolah, atau rumah yang menggunakan lebih dari satu koneksi internet (misalnya Indihome + Biznet).

Apa Itu Load Balance Mikrotik?

Load Balance berarti membagi trafik internet agar berjalan di beberapa jalur (ISP) secara seimbang. Tujuannya antara lain:

  • Mengoptimalkan total bandwidth.
  • Meningkatkan kecepatan akses.
  • Menjaga koneksi tetap aktif jika salah satu ISP mati (failover).

Mikrotik mendukung beberapa metode load balancing:

  • PCC (Per Connection Classifier) – metode paling populer dan stabil.
  • ECMP (Equal Cost Multi Path) – pembagian rute otomatis.
  • Nth – membagi koneksi berdasar jumlah sesi.
  • Recursive Routing – untuk failover dinamis.

Pada panduan ini kita membahas metode PCC + Failover Otomatis agar jaringan lebih tangguh dan tidak putus saat salah satu ISP down.

⚙️ Catatan: Bisa berjalan kalau menggunakan IP Publik Dinamis, tetapi tidak bisa berjalan jika menggunakan IP Privat.

🔹 Topologi Jaringan

  • Gateway ISP1: 192.168.1.1
  • Gateway ISP2: 192.168.2.1
  • Jaringan LAN: 192.168.10.0/24

Langkah-langkah Setting Load Balance Mikrotik

1. Konfigurasi Interface

/ip address
add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 comment="ISP1"
add address=192.168.2.2/24 interface=ether2 comment="ISP2"
add address=192.168.10.1/24 interface=ether3 comment="LAN"

2. Buat Mangle untuk PCC

/ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=no-mark dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=ISP1_conn passthrough=yes
add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=no-mark dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=ISP2_conn passthrough=yes
add chain=prerouting connection-mark=ISP1_conn in-interface=ether3 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP1 passthrough=yes
add chain=prerouting connection-mark=ISP2_conn in-interface=ether3 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP2 passthrough=yes

3. Tambahkan Routing

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-mark=to_ISP1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-mark=to_ISP2 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1,192.168.2.1

4. Tambahkan NAT

/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade

5. Uji Koneksi

Lakukan pengujian ping dari beberapa klien dan lihat apakah koneksi terbagi di kedua ISP. Jika salah satu link mati, koneksi otomatis akan berpindah ke ISP lainnya (failover).

Tips & Saran

  • Gunakan check-gateway=ping agar failover bekerja otomatis.
  • Simpan konfigurasi setelah berhasil (gunakan /system backup save).
  • Gunakan DNS publik seperti 8.8.8.8 dan 1.1.1.1 untuk kestabilan.

📞 Kontak: 087730673238
📧 Email: priyosubagyo100@gmail.com

Thursday, 16 October 2025

Setting SD-WAN di Router Ruijie

Panduan Lengkap: Setting SD-WAN (AnyLink) di Router Ruijie / Reyee

Panduan Lengkap: Cara Setting SD-WAN (AnyLink) di Router Ruijie / Reyee

Artikel ini menjelaskan langkah-demi-langkah bagaimana menyiapkan SD-WAN (AnyLink) menggunakan Ruijie Cloud untuk router Reyee / Ruijie. Cocok untuk teknisi jaringan atau admin yang ingin menghubungkan kantor cabang dengan HQ secara andal dan mudah dikelola dari cloud.

Apa itu AnyLink (Ringkas)

AnyLink adalah solusi SD-WAN berbasis cloud dari Reyee/Ruijie yang memudahkan pengelolaan multi-WAN, otomatisasi routing berdasarkan kualitas link, dan konektivitas antar-lokasi tanpa harus membuka public IP pada setiap site. Solusi ini mendukung ZTP (Zero Touch Provisioning) dan mode topologi hub-spoke atau mesh.

⚙️ Keterangan Tambahan:
Bisa berjalan kalau menggunakan IP Publik Dinamis, namun tidak bisa berjalan jika menggunakan IP Privat.
Pastikan koneksi WAN dapat menjangkau internet langsung agar tunnel AnyLink ke cloud dapat terbentuk dengan sempurna.

Prasyarat & Persiapan

  • Perangkat gateway Ruijie / Reyee yang mendukung AnyLink (cek model & firmware).
  • Akun Ruijie Cloud (akses ke Cloud Controller) dan perangkat sudah diregister ke cloud.
  • Serial Number (SN) perangkat, kredensial manajemen lokal, dan informasi WAN (IP/gateway/DNS) tiap link ISP.
  • Minimal 2 koneksi WAN pada perangkat untuk memanfaatkan failover / load balancing.

Ringkasan Alur Kerja

  1. Register & tambahkan perangkat ke Project/Group di Ruijie Cloud.
  2. Atur konfigurasi Multi-WAN (WAN1, WAN2, dst) di perangkat atau via template cloud.
  3. Buat policy AnyLink / SD-WAN: definisikan group, route policy, prioritas link, dan health check.
  4. Push / deploy template ke gateway (ZTP akan menarik konfigurasi secara otomatis).
  5. Verifikasi status link, lakukan pengujian failover dan uji aplikasi kritikal.

Langkah Detail (Step-by-Step)

1. Tambahkan perangkat ke Project di Ruijie Cloud

  1. Login ke Ruijie Cloud → buka menu Device / Gateway → pilih Add Gateway.
  2. Masukkan Serial Number (SN), nama alias, dan password manajemen.
  3. Masukkan perangkat ke Project/Group yang sesuai agar bisa dikelola bersama.
  4. Setelah berhasil, perangkat akan tampil online pada dashboard cloud.

2. Konfigurasi Multi-WAN pada gateway

  1. Di halaman perangkat (Cloud GUI) → NetworkWAN → tambah WAN1/WAN2.
  2. Isi IP statis atau biarkan DHCP tergantung ISP. Masukkan gateway & DNS jika perlu.
  3. Set opsi monitoring health (jika tersedia) seperti ping target atau detect interval.
Jika perangkat berada pada lokasi tanpa public IP, AnyLink masih bisa bekerja melalui koneksi outbound ke Cloud (tunnel) — ini disebut public IP-free networking pada dokumentasi Reyee.

3. Buat konfigurasi AnyLink (SD-WAN)

  1. Di Cloud → menu Service → pilih AnyLink / SD-WAN.
  2. Buat Group / Project baru: pilih hub (biasanya HQ) dan tentukan node (cabang).
  3. Atur Link Strategy / Policy: prioritas link, load-balancing mode, dan health check rules (latency, packet loss).
  4. Jika ingin routing per aplikasi: tambahkan policy berbasis port / aplikasi.

4. Terapkan (Push) template & verifikasi

  1. Simpan template konfigurasi dan pilih perangkat target → klik Deploy / Push.
  2. Perangkat akan menerima konfigurasi otomatis melalui cloud (ZTP), dan link AnyLink akan terbentuk.
  3. Cek status AnyLink: pastikan link menunjukkan UP, latency wajar, dan loss rendah.

5. Uji Failover & Validasi Aplikasi

  1. Lakukan uji putus pada WAN1 — perhatikan apakah trafik aplikasi berpindah otomatis ke WAN2.
  2. Uji kualitas panggilan VoIP, akses ERP, dan transfer berkas besar.
  3. Monitor logs & statistik di Cloud untuk mendeteksi flapping link.

Tips & Best Practices

  • Selalu update firmware ke versi terbaru.
  • Atur health check dengan target stabil (mis. 8.8.8.8).
  • Backup konfigurasi lokal dan template cloud.
  • Gunakan monitoring aktif (alert/notifications).
  • Dokumentasikan kebijakan per aplikasi.

Konten Referensi & Tutorial

  • Master AnyLink Configuration on Ruijie Cloud — Reyee.
  • Reyee AnyLink SD-WAN Solution — halaman produk resmi.
  • Video tutorial setup AnyLink (YouTube).

Wednesday, 15 October 2025

Cara seting Alarm Albox ACP 1610

Panduan Cepat ACP 1610

Panduan Cepat ACP 1610

Panduan singkat dan praktis — pengaturan password, zona, peripheral, komunikasi, sirene, dan remote.

1. Jenis Password

Pada panel ACP 1610 tersedia tiga jenis password: Installation, User, dan Branch.

Installation Password

Default: 666666

Ubah password instalasi (masuk mode instalasi terlebih dahulu):

xxxxxx F4
30 + password_baru(6 digit) F4

User Password

Default: 123456

123456 08 F4 111111 F4

Branch Password

16 slot untuk branch password — berguna mematikan alarm pada area spesifik.

123456 08 F4
01 F4 1111 F4
07 F4 7777 F4
14 F4 1414 F4

Untuk menonaktifkan branch tertentu:

123456 08 F4
07 F4 * F4

2. Pengaturan Zona (Zone Setting)

ZoneNumber + ZoneType + SirenStatus + F4
(ZoneNumber 2 digit, ZoneType 0–8, SirenStatus 0/1)
KodeJenis Zona
0Alarm Zone
1Fire Zone
2Emergency Zone
3Delay Zone
424 Hours Zone
5Anti False Zone
6Gas Zone
7Bypass Zone
8Access Zone
01 0 1 F4   → Zona 1: Alarm aktif
02 3 1 F4   → Zona 2: Delay aktif
11 4 1 F4   → Zona 11: Mode 24 jam

3. Peripheral Zone

19 <zone_number> 1 F4   (aktif)
19 <zone_number> 0 F4   (nonaktif)

4. Doorbell Zone

60 <zone> 1 F4   (aktif)
60 <zone> 0 F4   (nonaktif)

5. Pengaturan Waktu Delay

40 030 F4 → Exit delay 30 detik
43 009 F4 → Entry delay 9 detik

6. Durasi Sirene

42 <n> F4   (n × 30 detik)

7. Komunikasi & Laporan Telepon

5 <slot(1-6)> <nomor_telepon> F4
Contoh: 5 1 081234567890 F4

Remote Programming via Telepon

71 1 F4   → Aktifkan
71 0 F4   → Matikan
72 3 F4   → Set ringer 3 kali

8. Reset & Kontrol Cepat

Pasang jumper Reset
951753082 F4
  • Aktifkan alarm: F1
  • Alarm cepat: * F4
  • Matikan alarm: User Password + F4
  • Peripheral mode: F2

9. Menambahkan Remote

20 XX (09–16) F4
Tekan tombol pada remote

Dokumen ini disusun dari materi Panduan Cepat ACP 1610 dan diringkas untuk penggunaan teknis cepat.

Monday, 13 October 2025

SETING PABX NS300

Setting PABX NS300

Panduan Lengkap Setting PABX NS300 untuk Pemula

PABX NS300 merupakan salah satu solusi telepon kantor digital yang populer karena fiturnya lengkap, fleksibel, dan mudah dikonfigurasi. Artikel ini akan membahas langkah-langkah dasar setting PABX NS300 agar sistem telepon kantor Anda berjalan optimal.

1. Persiapan Sebelum Setting

  • PABX NS300 beserta adaptor daya dan kabel telepon.
  • Komputer/laptop dengan browser untuk akses web interface PABX.
  • Kabel LAN untuk menghubungkan PABX ke jaringan lokal.
  • Nomor ekstensi internal dan nomor trunk (dari provider PSTN/VoIP).

2. Koneksi Awal ke PABX NS300

  • Hubungkan PABX NS300 ke router/switch menggunakan kabel LAN.
  • Sambungkan komputer ke jaringan yang sama dengan PABX.
  • Pastikan lampu indikator PABX menyala normal.

Biasanya IP default PABX NS300 adalah 192.168.1.250.

Buka browser, ketik IP default PABX: http://192.168.1.250

Login menggunakan akun default:
Username: admin
Password: admin

3. Setting IP Address PABX

  • Masuk ke menu Network Settings.
  • Pilih Static IP dan masukkan:
    • IP Address: 192.168.1.xxx (sesuaikan jaringan kantor)
    • Subnet Mask: 255.255.255.0
    • Gateway: IP router kantor
  • Klik Save & Reboot.

4. Konfigurasi Ekstensi Internal

Ekstensi digunakan untuk telepon internal kantor. Contoh membuat ekstensi 101 dan 102:

  • Masuk ke menu Extensions → Add New.
  • Masukkan data:
    • Extension Number: 101
    • Display Name: Front Desk
    • Password: 1234
  • Klik Save dan ulangi untuk ekstensi lain.

Pastikan setiap telepon SIP/IP Phone terdaftar menggunakan nomor ekstensi dan password yang sama.

5. Konfigurasi Trunk (Nomor PSTN/VoIP)

  • Masuk ke menu Trunks → Add New.
  • Pilih jenis trunk:
    • Analog PSTN → pilih port FXO sesuai koneksi.
    • SIP/VoIP → masukkan username, password, server dari provider VoIP.
  • Simpan pengaturan dan lakukan test call keluar.

6. Setting Routing Panggilan

  • Masuk ke menu Outbound Routes.
  • Buat aturan untuk panggilan keluar, contoh: nomor 0-9 → menggunakan trunk SIP.
  • Simpan konfigurasi.

7. Pengaturan Tambahan

  • IVR (Interactive Voice Response) → untuk menjawab otomatis telepon masuk.
  • Call Forward / Call Transfer → meneruskan panggilan ke ekstensi lain.
  • Voicemail → menyimpan pesan suara ketika ekstensi sibuk.

8. Tips Troubleshooting

  • Jika telepon tidak bisa registrasi → cek IP, username/password, dan firewall.
  • Panggilan keluar tidak terdengar → pastikan codec dan NAT sudah benar.
  • Reset PABX ke default → tekan tombol reset selama 5 detik (data akan hilang).

9. Kesimpulan

Setting PABX NS300 cukup sederhana jika mengikuti langkah-langkah di atas. Dengan konfigurasi ekstensi, trunk, dan routing yang tepat, kantor Anda bisa memiliki sistem telepon digital yang handal dan fleksibel.

Terminasi Alarm Ke DVR/NVR

Panduan Terminasi Alarm ke DVR

Panduan Terminasi Alarm ke DVR Semua Merk

Integrasi alarm system ke DVR/NVR sangat penting untuk memastikan deteksi, perekaman, dan notifikasi berjalan optimal. Berikut panduan universal yang bisa diterapkan pada berbagai merk DVR dan panel alarm.

1. Konsep Dasar

  • DVR/NVR memiliki terminal ALARM IN untuk menerima input dari panel alarm.
  • Input bisa berupa dry contact (relay) atau 12V trigger.
  • Dry contact lebih aman dan universal karena tidak membawa tegangan.

2. Terminologi Penting

  • COM = common pada relay
  • NO = normally open, kontak menutup saat aktif
  • NC = normally closed, kontak membuka saat aktif
  • EOL resistor = resistor pengawasan kabel

3. Wiring Dry Contact (Universal)

  1. Matikan power DVR & panel alarm sebelum instalasi.
  2. Hubungkan COM dari panel ke COM/GND di DVR.
  3. Hubungkan NO dari panel ke ALARM IN di DVR.
  4. Nyalakan DVR & panel, konfigurasi input di menu DVR.
ASCII Wiring:

Panel Alarm:    COM -----+------------------- DVR COM/GND
                      |
                 NO --+------------------- DVR ALARM_IN
            

4. Wiring 12V Trigger

  • Jika DVR menerima 12V → sambungkan output 12V panel ke ALARM IN & GND.
  • Jika DVR hanya menerima dry contact → gunakan relay: 12V menggerakkan relay, kontak relay (COM-NO) ke DVR.

5. Konfigurasi DVR

  • Menu → Event / Alarm / Input → pilih alarm input.
  • Atur tipe trigger: NO / NC.
  • Tautkan aksi: rekam kamera, snapshot, preset PTZ, buzzer, push/email.
  • Atur durasi pre-record & post-record.
  • Simpan dan uji sistem.

6. Tabel Contoh Wiring

Skenario Panel Metode Koneksi ke DVR Catatan
Panel relay (dry contact) COM → DVR COM/GND, NO → DVR ALARM_IN Aman & universal
Panel output 12V 12V → ALARM_IN, GND → GND (jika DVR mendukung) Cek manual DVR
Panel 12V → DVR dry-only Gunakan relay coil; kontak relay ke DVR IN/GND Isolasi aman
IP Camera tanpa IO I/O module eksternal atau kamera yang support alarm-in Via TCP/HTTP/ONVIF jika didukung

7. Tips Tambahan

  • Gunakan kabel berkualitas dan pair terpisah untuk setiap zone.
  • Pasang EOL resistor sesuai manual panel alarm untuk supervisi kabel.
  • Test sistem secara rutin untuk memastikan integrasi bekerja sempurna.

Dengan mengikuti panduan ini, semua merk DVR dapat menerima input alarm dari panel apapun dengan aman dan efektif, sehingga keamanan properti Anda maksimal.

Ilustrasi Integrasi Alarm ke DVR Hubungi Kami via WhatsApp: 0877-3067-3238